Artikel Populer

Vinyl, si antik nan klasik

Vinyl, si antik nan klasik

Dizaman yang serba digital ini keberadaan vinyl atau piringan hitam sebagai mediaperekam audio tak pernah dilupakan. Khususnya bagi pecinta musik-musik lawas.Yuk, speakers kenalan dulu dengan barang antik nan klasik ini.

Vinylatau piringan hitam mungkin belum familiar bagi speakers yang lahir di era2000-an. Tapi media perekam audio ini sudah dikenal di Indonesia sejak 1905, dimana perusahaan perekaman pertama di Indonesia Tio Tek Hong Record merilispiringan hitam ke seluruh Indonesia. Kala itu lagu-lagu yang direkam Tio TekHong mencakup jenis stambul, keroncong, gambus, kasidah, musik india, swinghingga melayu. Era 50-an perusahaan rekaman Lokananta di Surakarta dan Irama DiMenteng pun merilis lagu-lagu Koes Bersaudara, Titiek Puspa dan Lilis Suryani.

img-1456749456.jpg

Padasaat itu piringan hitam termasuk mahal, ditambah lagi dengan alat pemutarnya,jadi tidak semua orang di Indonesia memilikinya. Itulah salah satu faktor yangmenyebabkan piringan hitam menjadi barang antik yang masih diburu oleh parakolektor. Tak heran jika toko piringan hitam milik Iwan Sadinar yang beradadikawasan Pasar Barang Antik Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat selalu dikunjungikolektor. Baik pecinta piringan hitam dalam negeri maupun turis mancanegara.

img-1456748819.jpg

Turiseropa paling loyal kalau mencari vinyl disini. Mereka tidak peduli berapa punharga yang di tawarkan oleh pedagang. Mereka mencari musik-musik lawasIndonesia seperti Dara Puspita, Aristha Bhirawa, Aka, dan The Brims. ungkapIrwan Sadinar. Ia pun menambahkan, mahalnya harga vinyl tak lepas darilangkanya piringan hitam tersebut. Terutama vinyl musisi dalam negeri. Di manaketika dulu seorang musisi rekaman akan ditanya mau produkasi berapa kepingsehingga jumlah vinyl terbatas saat itu.

Koleksivinyl termahal dari dalam negeri seperti rock Aka, Arista Bhirawa, Godbless,Gembel, Superkidz, Chrisye, Guruh, Ebiet, dan Iwan Fals. Harganya bisa mencapai10 juta lebih. Sekali toko dapet koleksinya itu tidak sampai satu hari langsungdiburu sama kolektor. Sedangkan musisi luar negeri yang paling dicari LedZeppelin, Pink Flyod, The Beatles, Queen, dan Rolling Stones., tutur Irwan.

Meskipiringan hitam benda klasik, bukan berarti kolektornya orang-orang klasik lohspeakers. Menurut Irwan Sadinar, anak-anak muda sekarang mulai memburu vinyl takhanya sekadar ingin tahu dan menikmati suara jernih musisi lawas tetapi jugamempelajari sejarah panjang perjalanan musik di Indonesia. Nah gimana Speakers,tertarik untuk mengoleksi piringan hitam?

Penulis: Ifa Ikah


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori