Artikel Populer

Telaah “sembako” Kemenpora untuk PSSI

Telaah “sembako” Kemenpora untuk PSSI

Sembilan bahan pokok di dalambercinta

Jangan sampai kurang satu, bisakurang mesranya

Agar tiada resah dan bertambah mesra

Yang diperlukan hanyalah hai sembakocinta



Itulah sekilas lirik lagu darisembako cinta milik Thomas Djorghi. Hampir mirip dengan apa yang diajukan olehpemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), kepadaPersatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) jika ingin sanksi administrasiatau pembekuan mereka dicabut. Ya, Kemenpora memberikan sembako yangberbentuk syarat kepada lembaga tertinggi sepak bola Indonesia, agar konflikkeduanya segera terselesaikan.

Banyak pihak menilai bahwa beberapasyarat yang diajukan oleh Menpora Imam Nahrawi tak masuk akal, aneh, danterkesan arogan. Lantas apa sajakah syarat yang diajukan oleh politisi dariPartai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut ? Mari kita telaah satu-satu..

1. Menjamin eksistensi/kehadiran pemerintah dalam tata kelolapersepakbolaan nasional yang dilakukan oleh PSSI melalui pengawasan danpengendalian ketat oleh pemerintah.

Selamaini, pemerintah memang menjadi pengawas dari semua cabang olahraga, takterkecuali sepak bola. Namun, lain soal jika berbicara pengendalian ketat,lantaran masalah persepakbolaan semua telah diatur oleh FIFA, termasuk diIndonesia sendiri. Dalam kunjungannya ke Indonesia pada 3 November 2015, salahsatu anggota delegasi dari KonfederasiSepak Bola Asia (AFC) James Johnson, yang mewakili Ketua Delegasi FIFA-AFC,Kohzo Tashima, mengatakan "Reformasi (sepak bola Indonesia) disepakatiharus terjadi di bawah naungan statuta FIFA, tapi pemerintah boleh menjadi satustakeholder (pemangku kepentingan) dalam prosesnya," Itu berarti,pemerintah berhak untuk mengawasi namun tidak mengintervensi.

(http://www.cnnindonesia.com/olahraga/20151103162301-142-89205/fifa-teguh-pada-statuta-pemerintah-boleh-jadi-stakeholder/).

2. Menjamin adanya sistem pelaporan dan pertanggungjawaban PSSI kepadaAFC dan FIFA, bahwa keterlibatan pemerintah dalam perbaikan tata kelola sepakbola nasional di PSSI merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dan bukansebagai bentuk intervensi.

FIFAmemang melarang pemerintah untuk turut ikut campur dalam organisasi sepak boladi setiap negara. Adanya hal itulah yang mungkin membuat Menpora membuat syaratini. Jika ditilik, syarat ini sebenarnya bersifat baik, namun dalam pelaksanaantentu akan susah karena adanya keterlibatan pemerintah di dalam si kulit bundarakan tetap dianggap intervensi oleh FIFA.

3. Mengedepankan ketaatan terhadap sistem hukum nasional.

Meskipunterlepas dari pemerintah, namun PSSI juga harus taat terhadap sistem hukumnasional. Syarat yang satu ini wajar harus dituruti oleh PSSI sebagai salahsatu organisasi yang bermukim di tanah nusantara.

4. PSSI berkomitmen secara konsisten terhadap perbaikan tata kelola sepakbola untuk kepentingan peningkatan prestasi olah raga sepak bola nasional.

Iniwajib. Konsistensi diperlukan untuk mencapai prestasi yang diinginkan. Sepakbola Indonesia yang selalu ke kanan dan ke kiri, membuat dunia kulit bundartanah air tidak dapat berkembang dan hanya cenderung itu-itu saja.

5. Menjamin adanya keterbukaaninformasi publik yang akuntabel dalam bentuk pelaporan dan/atau publikasi.

Inijuga termasuk hal yang sangat penting. Selama ini, PSSI dinilai tidak membukadiri, terutama jika menyangkut masalah keuangan. Tidak itu saja, denganmenyetujui syarat ini, tentu kredibilitas PSSI dalam mengelola sepak bolaIndonesia akan naik di mata masyarakat yang cenderung acuh terhadap mereka.

6. Menjamin terselenggaranya pola pembinaan yang berkelanjutan dankompetisi yang profesional. berkualitas, serta transparan.

Inipoin yang sangat penting. Pembinaan sepak bola Indonesia dapat dikatakan sangatburuk. Sarana dan prasarana yang masih tidak memadai, patut menjadi sorotanlebih jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal. Hal itu dilakukan agar dapattercipta bibit-bibit baru di dunia sepak bola yang berkualitas, sehingga mampumeningkatkan daya saing di mata internasional.

7. Menjamin tidak adanya pengaturan skor dan pola kartel dalampengelolaan persepakbolaan nasional serta pemenuhan jaminan perlindungan bagi pelakuolahraga profesional.

Sangatwajib disetujui. Walaupun sepak bola Indonesia hanya berputar di kalanganitu-itu saja, bukan berarti hal tersebut membuat olahraga ini lepas dari yangnamanya kecurangan. Publik sepak bola tentu masih ingat dengan tragedi sepakbola gajah PSS vs PSIS pada 26 Oktober 2015, dimana kedua tim berupaya sakingmengalah agar tidak menjadi juara grup. Saat itu, PSS menang 3-2 atas PSIS,namun yang patut dicatat, kemenangan tersebut terjadi karena seluruhnyamerupakan gol bunuh diri ! Selain itu, masih ada juga tragedi pilu dari pemainasing asal Paraguay, Diego Mendeita, yang harus meninggal dunia lantaran saatsakit dirinya tak mempunyai dana untuk berobat karena belum digaji selamabeberapa bulan oleh klubnya, Persis Solo.

8. Menjamin bagi tercapainya prestasi tim nasional sebagai juara satudalam event: 1) Piala AFF tahun 2016; 2) SEA Games tahun 2017; 3) LolosPra-Kualifikasi Piala Dunia tahun 2018; dan 4) Asian Games XVIII tahun 2018;

Inilahsyarat yang menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola. Dalamolahraga, tidak ada yang pasti, tim yang berlabel bintang pun belum tentu akanmendapatkan juara. Syarat ini pun dapat dikatakan tidak lah masuk akal,lantaran jika dilihat pun, Indonesia saat ini masih belum dapat membentuktimnas yang bagus lantaran tidak adanya kompetisi tetap, hanya sekedarturnamen-turnamen sampingan saja untuk menyambung hidup. Mengenai piala dunia2018, bagaimana Indonesia mau lolos pra-kualifikasi kalau merah putih sajasudah tidak ikut babak pra kualifikasi karena di banned oleh FIFA ?

9. Mempercepat diselenggarakannya Kongres Luar Biasa (KLB) sesuai yangdiharapkan pemerintah dengan tetap memperhatikan Statuta FIFA paling lambatharus dilaksanakan akhir bulan April 2016.

MenurutKetua Ad Hoc, Agum Gumelar, untuk mengadakan KLB tidak lah sulit, di antaranyaadalah adanya permintaan dari dua per tiga pemegang hak suara PSSI atau 50+1anggota PSSI menginginkan KLB. Namun itu semua dengan catatan, bukan pemerintahyang mengadakan, namun tetap PSSI. Jadi, KLB sangat mungkin dilakukan. Hanyasaja, mau kah para anggota PSSI mengadakan KLB ?

Demikian sembilan bahan pokok atausembako dari Kemenpora untuk PSSI. Masih belum adanya titik terang darikelanjutan syarat ini membuat sepak bola Indonesia masih mengambang dan entahdibawa kemana. Nampaknya macan Asia masih harus terbius panjang, dan masihsangat sulit untuk dibangunkan. Pemerintah pun tidak lah boleh lupa, bahwahubungan mereka dengan PSSI bukanlah ibarat atasan dengan bawahan. Hubungan itusudah diatur di dalam Lex Sportivo (hukum olahraga) dan Statuta FIFA, yaknimerupakan partnership atau kerja sama. Yuk kita doakan saja semoga kisruh inisegera berakhir dan timnas sepak bola kita mampu berbicara lagi di pentasdunia!

Penulis:SCY


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori