Artikel Populer

Syahdunya irama sape di tangan seniman muda

Syahdunya irama sape di tangan seniman muda

Bila dilihat sekilas, alat musik ini mirip dengan gitar. Cara memainkannya pun sama-sama dipetik. Inilah sape, alat musik tradisional Kalimantan Timur yang memesona lewat Kevin Prawiro Widjojo, seorang pemain biola muda berbakat.

Kecil-kecil sicabe rawit, julukan ini rasanya pantas disandangkan pada Kevin Prawiro Widjojo. Diusianya yang tergolong muda, Kevin tak hanya piawai menggesek dawai biola. Bocah berusia 8 tahun ini pun cakap bermain Sape’, alat musik tradisional suku dayak. Kecintaannya pada dunia musik mengenalkan Kevin pada berbagai jenis alat musik termasuk Sape’.

“Awalnya dia sering mengikuti festival musik etnik di Majalengka dan disana dia bergabung dengan seniman dari seluruh Indonesia. Dari situlah Kevin tertarik mempelajari alat musik tradisional dan memilih Sape’.” tutur Triana, mama Kevin. Meski terbiasa dengan dawai biola, Kevin tak kesulitan beradaptasi dengan dawai sape’. Jemarinya apik memetik senar sape’ hingga menimbulkan irama yang syahdu ditelinga.

img-1454931276.jpg

Suara yang dihasilkan Sape’ memang berbeda dengan gitar biasanya dan lebih etnik. Di suku Dayak sendiri, alat musik sape’ sarat dengan nilai budaya dan biasanya dimainkan dalam pelaksanaan upacara adat. Hal inilah yang diharapkan Triana agar Kevin belajar alat musik tradisional untuk melestarikan budaya nusantara.

“Biar lebih mencintai musik tradisional Indonesia, jangan sampai dia mencintai budaya asing.” ujarnya. Harapan Triana sejalan dengan kemauan keras Kevin dalam belajar. Siswa home schooling kak Seto itu nyaris menghabiskan banyak waktunya untuk bermain musik. “aku belajar sape’ karena keren, bagus dan beda.” ungkap Kevin.

Seniman kecil dipentas besar

Sejak masih dalam kandungan, Kevin terbiasa distimulasi dengan musik klasik oleh sang mama. Pada usia 6 tahun Kevin mengikuti kursus biola privat, sekolah musik dan komunitas musik. Kemampuannya dalam menggesek dawai biola berkembang cepat dan mengantar Kevin pada panggung-panggung besar di tanah air. Penampilan solo pertamanya di Festival Dawai Nusantara di Malang, Jawa Timur. Dia pun tampil di konser kebangsaan rockestra, Festival Tanah Air, Semifinalist Aku Anak Generasi Platinum, Anak Multitalenta Indonesia 2012, finalist Bebe Star 2013, grand finalist Bintang Kejora 2-2014 dan finalist Little Mister Indonesia-Eat Bulaga ANTV. Tentu saja sederet prestasi Kevin tak lepas dari peran kedua orang tuanya dalam mendukung bakat dan kecintaan Kevin pada musik.

 

Penulis/Foto: Ifa Ikah

 

 


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori