Artikel Populer

Sastra masuk kampung, gerakan anak muda memasyarakatkan sastra

Sastra masuk kampung, gerakan anak muda memasyarakatkan sastra

Ada yang berbeda dengan Kampung Muara, Jagakarsa, Jakarta Selatan sore itu. Karya sastra Khairil Anwar, WS. Rendra hingga Sapardi Djoko Darmono terdengar syahdu di salah satu rumah warga Kampung Muara. Sekelompok anak muda mendeklamasikan puisi diiringi petikan gitar akustik, menyusul kemudian ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak.

Ya, itulah sastra masuk kampung, bagian dari kegiatan Rumah Muara bersama Asean Literary Festival dalam upaya mendekatkan sastra pada masyarakat luas. Rumah Muara sebagai wadah dan tempat bertemunya bermacam-macam ide kreatif, memiliki tujuan besar untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan, serta kepedulian melalui jalan pendidikan, kesenian dan sastra.

“Gagasan Sastra masuk kampung karena kesadaran kita, kok yang tahu sastra itu hanya orang-orang yang nongkrong di pusat kebudayaan paling hit di Jakarta, hanya intelektual, hanya orang terpelajar yang jauh dari realita. Padahal seharusnya kita membawa sastra itu semakin dikenal pada banyak orang bukan hanya kelompok yang itu-itu saja. Contoh kecilnya kita lihat masyarakat disekitar kita, tetangga kita, apakah mereka tahu apa itu sastra, apakah mereka baca sastra dan puisi, tentu tidak banyak yang mengenal sastra.” ungkap Okky Madasari, pendiri Rumah Muara. Okky percaya bahwa pendidikan, seni dan sastra merupakan sarana paling ampuh membentuk karakter manusia. Meski  sederhana melalui puisi, sastra bisa mempengaruhi jiwa dan pemikiran  orang.

Kegiatan sastra masuk kampung yang digelar di Rumah Muara sore itu memang menarik perhatian warga Kampung Muara. Tak hanya anak muda, ibu-ibu rumah tangga sampai anaknya pun turut meramaikan panggung sastra sore itu. Mereka datang untuk mengenal dan mendeklamasikan sastra karya sastrawan Indonesia.

“Saya sangat terinpirasi dengan Wiji Thukul, semasa hidupnya dia suka sekali membacakan puisi ditengah kampung. Saya sangat terinspirasi dengan itu, makanya saya ingin melestarikan dan melanjutkan hal itu melalui sastra masuk kampung.” tutur peraih Khatulistiwa Literary Award 2012 ini.  Okky berharap anak-anak muda maupun orang yang bergiat didunia sastra turut serta melakukan sesuatu bersama masyarakat, tidak hanya bersama kelompok kecil yang terdidik dan sudah akrab dengan dunia sastra.

Melalui Muara Foundation, payung besar Rumah Muara dan Asean Literary Festival, Okky mengajak anak-anak muda untuk menjadi bagian dari sastra masuk kampung sebagai project jangka panjang untuk menciptakan banyak kampung sastra di Jakarta maupun didaerah luar Jakarta.

“Sebagai tahap awal saya ingin menjadikan kampung ini kampung sastra. Dimana kita menularkan minat baca, remaja kampung terlibat dalam kegiatan kesusastraan, dan ada perpustakaan keliling dengan gerobak. Itu tentu membutuhkan dukungan dari teman-teman yang berjiwa muda.” tutupnya.

 

Penulis/Foto: Ifa Ikah


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori