Artikel Populer

Revolusi PSSI untuk sepak bola Indonesia

Revolusi PSSI untuk sepak bola Indonesia

"Kemenangan awal permulaanuntuk maju.

-Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi(tempo.co)

Sepak bola Indonesia kini tengahberbenah. Usai terlepas dari sanksi FIFA, Persatuan Sepak bola SeluruhIndonesia (PSSI) sebagai induk organisasi sepak bola nusantara, mulaimenyiapkan beberapa langkah, demi terciptanya revolusi di olahraga terbesar didunia. Di bawah ketua umum baru yakni Edy Rahmayadi, masa depan sepak bolaIndonesia mulai menemui cahaya baru untuk mengakhiri masa-masa suram si kulitbundar di tanah air.

Lantas, apa saja kah tahapan yangdilakukan oleh PSSI dalam upaya mengubah wajah persepakbolaan Indonesia agarlebih baik lagi? Ini dia:

Pergantian pelatih timnas

Di kancah timnas, PSSI secara resmitelah mengangkat Luis Milla sebagai pelatih utama. Pelatih asal Spanyol itumenggantikan Alfred Riedl, yang sebelumnya mengantarkan timnas senior menjadi runner up AFF 2016. Curricullum Vitae Luis Milla terbilang sangat baik. Dalam karirnyasebagai pemain, ia pernah membela tim besar Spanyol seperti Barcelona, RealMadrid, dan Valencia. Berada di tim besar tentu membuat dirinya diselimutiberbagai gelar. Titel La Liga, Copa delRey, Supercopa de Espana, UEFA Cup Winners Cup hingga Intertoto Cup, pernahdiraih oleh pria yang berposisi sebagai gelandang tersebut.

Sementara sebagai pelatih, prestasitertinggi nya adalah membawa Spanyol juara piala Eropa U-21 di Denmark. AlumniU-21 yang saat itu dibimbingnya pun kini telah berkembang menjadi pemain-pemainbertalenta dunia, sebut saja Juan Mata, Ander Herrera, David De Gea, ThiagoAlcantara hingga Javi Martinez. Namun jika ditilik ketika menukangi klub,prestasinya sangat berbanding terbalik. Sebelum bergabung ke Indonesia, dirinyamengalami nasib sial saat bersama Al Jazira (2013), CD Lugo (2015), dan RealZaragoza (2016). Ia bahkan mengalami terminateddari Zaragoza, ketika musim baru memasuki bulan keempat. Tragis.

Meskipun begitu, PSSI tak lantastutup mata. Mereka tetap menjadikan Milla sebagai nahkoda baru garuda.Alasannya, Milla mempunyai reputasi yang bagus dalam memoles para pemain muda,di mana prioritas tersebut merupakan yang utama bagi PSSI. Ya, selain timnassenior, Milla juga didapuk untuk memegang kendali di timnas U-22. Hal itu bukantanpa sebab, PSSI memiliki target jangka panjang untuk membangun para pemainmuda, agar dapat menjadi pemain berkualitas kedepannya, dan Milla dirasa tepatuntuk melakukan hal tersebut.

SalahsatuadvantageLuis Milla ialah dia sukses bawa timnas spanyol U-21juara,"

"Target dekat kita kan SEAGames dengan menurunkan tim U-22. Jadi mudah-mudahan ada kecocokan karena Millapunyatrack recordbagus di Eropa. Jadi semoga dia bisa membanguntimnas dengan lebih baik,"

-Sekretatis Jenderal PSSI, AdeWelington (Bola.net)

Selain Milla, PSSI juga memanggilkembali Indra Sjafri untuk menjadi pelatih timnas U-19. Kesuksesannya membawatimnas U-19 dalam menjadi kampiun Piala AFF U-19 pada 2013 serta melaju keputaran final Piala Asia U-19 pada 2014, diharapkan dapat terulang kembali oleh eks pelatih BaliUnited tersebut. Sementara itu, posisi pelatih timnas U-16, kembali dipegangoleh Fachry Husaini, yang sebelumnya sempat memutuskan untuk meninggalkan duniasepak bola.

Wajah baru kompetisi

Kompetisi resmi memang masih menjadiPR besar bagi PSSI. Penyelenggaraan yang kerap dikritik lantaran kurangnyaprofesionalisme baik dari pihak panitia dan beberapa klub yang mengikuti,menjadi momok tak berkesudahan yang selalu menghinggapi. Kini, PSSI berupayakeras merubah persepsi tersebut. Bekerja sama dengan Badan Olahraga ProfesionalIndonesia (BOPI), PSSI pun membentuk tim untuk merumuskan kriteria verifikasikompetisi bagi tim yang akan mengikuti turnamen tertinggi pada 2017.

Perubahan nama kompetisi jugadilakukan oleh PSSI. Nama Indonesia Super League atau ISL, secara resmi telahberubah menjadi Liga 1. Perubahan nama ini juga terjadi di divisi lainnya,Untuk Divisi Utama berubah menjadi Liga Dua, sementara Liga Nusantara menjadiLiga 3. Pergantian nama tersebut dilakukan agar lebih mudah diingat oleh parapecinta sepak bola.

Tidak hanya itu saja, ke depannya,sistem liga diyakini akan lebih sistematis. Pada 2018, PSSI akan mulaimenerapkan sistem baru, dimana para peserta divisi utama yang sebelumnyaberjumlah 60 klub, akan mengalami penyusutan menjadi 24 tim saja yang terbagidalam dua wilayah. Nantinya, tim yang tidak mengikuti divisi utama, dapatmengikuti Liga Nusantara atau Liga 3.

Berdasarkan hasil Kongres PSSI2017 di Bandung, Jawa Barat, musim ini akan banyak terjadi pemangkasan klubpeserta divisi utama. Persaingan kompetisi DU musim 2017 bakal berlangsungkeras, dari 60 peserta musim ini akandirampingkan menjadi 24 tim di musim berikutnya. Artinya akan ada separuh lebihklub yang akan terdegradasi.

(http://pss-sleman.co.id)

Pantau pemain muda potensial

Sebagai program jangka panjang, PSSIpun melakukan pemantauan pemain muda baik yang berlaga di kancah nasionalmaupun internasional. Dalam hal ini, PSSI tidak hanya memantau pemain yangmurni berdarah Indonesia, namun juga yang memiliki garis keturunan. Jika memanglayak, maka mereka akan mendapat tawaran untuk dinaturalisasi.

Seperti diketahui, dalam beberapatahun terakhir, banyak pemain Indonesia yang berkancah di persepakbolaan dunia.Di Spanyol ada Angga Rezky Fitraispan yang bermain untuk tim junior U-18 CDAlgar, Andri Syahputra yang bermain di Qatar untuk tim Al Gharafa SC, sertaYussa Rexsava Putra Nugraha yang bermain di Belanda untuk tim junior FeyenoordRotterdam. Pergerakan cepat harus dilakukan PSSI dalam mengamankan jasa mereka,jika tidak, bukan mustahil mereka akan berbaju negara lain.

Andri Syahputra/liputan6.com

img-1488190644.jpg

Itulah beberapa hal yang dilakukanPSSI untuk mencapai perubahan dalam persepakbolaan Indonesia. Perencanaanjangka panjang yang dilakukan patutlah untuk diapresiasi. Jika tidak segeradilakukan, bukan tidak mungkin dunia si kulit bundar di tanah air akan stagnandan tidak mampu untuk berkembang. Sebagai salah satu negara pecinta sepakbolaterbesar di dunia, Indonesia harus mampu bergerak, dan mengikuti perkembanganterkini demi masa depan sepakbola yang lebih baik.

Penulis:SCY

Editor:Nurmarliana Rahayu


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori