Artikel Populer

Pura Mandara Giri Semeru: Dibangun untuk kedamaian

Pura Mandara Giri Semeru: Dibangun untuk kedamaian

“Terus terang saja untuk kedamaian, Mbak”, begitulah tujuan utama didirikannya Pura Mandara Giri seperti yang disampaikan oleh Pak Eko, pemangku pura tersebut. Pura yang terletak di Lumajang, Jawa Timur tersebut diresmikan pada tahun 1993 setelah dibangun sejak tahun 1991 hingga sekarang.

Tujuan dibangunnya Pura Mandara Giri tersebut rupanya tercapai, tampak dari suasana damai pada kerukunan antar umat beragama , antara penganut agama Hindu dan non-Hindu, di lokasi tersebut. Walau tujuan tersebut nampaknya sempat diragukan oleh pemerintah setempat pada awal perencanaan pembangunan  karena lokasi pembangunan pura berada di sekitar permukiman masyarakat non-Hindu namun pada akhirnya terbukti  bahwa tujuan tersebut dapat tercapai.

Jika berkunjung, akan dijumpai beberapa keistimewaan dari pura ini. Salah satunya adalah bangunan-bangunan yang bercorak khas Hindu yang memperkuat suasana pura di Lumajang ini. Karena area kompleks pura tersebut sangat luas, terdapat beberapa candi dan bale yang dapat ditemui di sana. Mulai dari ketika memasuki kompleks pura tersebut, pengunjung akan disuguhkan oleh candi megah dengan arsitektur khas Hindu-nya. Setiap bangunan dan candi memiliki fungsinya masing-masing, seperti area utama yang di dalamnya terdapat bale agung yang digunakan sebagai tempat utama beribadah, ada pula pendopo di area tengah yang digunakan ketika ada acara-acara tertentu diselenggarakan.


img-1499943616.jpg


Selain itu, Pak Eko juga menyebutkan keistimewaan lainnya bahwa pura tersebut merupakan pura yang dituakan di Asia Tenggara.  Hal itu juga berkaitan dengan ritual lama, tradisi pengambilan air suci (upacara Nur Tirta) di kaki Gunung Semeru. Oleh karena itu, pengunjung pura ini sangat beragam. Tidak hanya pengunjung dari belahan Indonesia seperti Bali atau Lampung, melainkan juga turis-turis mancanegara seperti India juga sering berkunjung ke pura ini untuk beribadah atau menghadiri acara-acara pura tertentu, terutama acara ulang tahun pura atau disebut juga Piodalan. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan juga masyarakat non-Hindu datang untuk sekedar berkunjung dan berfoto-foto karena arsitektur pura ini sangat menawan.

Pada akhirnya tujuan pura ini dibangun rupanya tercapai karena selain terciptanya suasana beribadah yang khusyuk di tengah lokasi masyarakat Non-Hindu, perekonomian masyarakat sekitar juga tergerak karena Pura Mandara Giri jadi mempunyai fungsi ganda sebagai objek wisata. Lagi-lagi, di akhir pembicaraan dengan Pak Eko, beliau berpesan mengenai kedamaian lagi dan ingin agar masyarakat non-Hindu juga turut menjaga Pura Mandara Giri dan kerukunan masyarakat antar agama. Begitulah, kini Pura Mandara Giri di Lumajang tetap berdiri dengan agung di tengah diversitas masyarakat yang menghargai perbedaan.


Nurina Azyyati


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori