Artikel Populer

Mengenal empat tipe pendaki gunung, termasuk yang manakah kamu?

Mengenal empat tipe pendaki gunung, termasuk yang manakah kamu?


“Darah muda darahnya para remaja.”

Penggalan lirik lagu yang dinyanyikan oleh Rhoma Irama itu semakin menegaskan bahwa semangat muda-mudi dalam menjalankan kehidupannya penuh dengan gelora, tak jarang mereka melakukan petualangan-petualangan dan beragam eksperimen yang menghasilkan fenomena. Bukan fenomena alam, melainkan fenomena yang biasa mereka sebut kekinian. Speakers, pemuda zaman sekarang penuh dengan kreatifitas dan inovasi, lho. Salah satu fenomena kekinian yang marak ialah aktivitas mendaki gunung. Aktivitas mendaki yang biasanya dilakukan oleh sekumpulan para pecinta alam kini bisa dilakukan oleh masyarakat umum lainnya, terutama muda-mudi yang tengah bergelora jiwanya.

Akan tetapi, tau gak sih Speakers, bahwa mendaki gunung tidaklah semudah membalikkan telapak tangan? Abah Bongkeng, salah satu pendaki senior yang dituakan oleh para pendaki gunung lainnya, mengungkapkan tidaklah mudah mendaki gunung.

“Semakin tinggi gunung seharusnya semakain tinggi kualitas kita,” begitulah ungkapnya kala memberi inspirasi kepada para pendaki yang tengah melakukan diskusi di kawasan Bandung. Beliau melihat fenomena mendaki gunung yang sedang marak terjadi di kalangan pemuda membuatnya membagi para pendaki gunung menjadi empat tipe pendaki gunung. Apa sajakah itu?

1.Pendaki gunung safety procedure

Pendaki pada tipe ini dapat dikatakan pendaki yang sudah matang dan dewasa. Bagaimana tidak, pengetahuan yang dimiliki mengenai alam dan cara mendaki gunung seperti sudah mengelotok di dalam kepalanya. Jauh dari itu, para pendaki gunung dengan tipe safety procedure selalu memprioritaskan keselamatan di atas segalanya. So, udah pasti mereka sangat memperhatikan prosedur keselamatan, dong.

2. Pendaki gunung nyaman

Pendaki pada tipe ini sebenarnya sama seperti pendaki gunung safety procedure, mereka pun sudah memiliki pengetahuan mengenai alam dan cara mendaki gunung yang benar dan baik. Akan tetapi, mereka yang sudah memiliki pengetahuan seakan lupa daratan, sering menyepelekan barang bawaan mereka. Dalih nggak mau ribet, mereka suka mempraktiskan perlengkapan tanpa berpikir panjang, deh.

3. Pendaki gunung ikut-ikutan

Apakah jenis ini mendekati fenomena kekinian, ya? Yang jelas, para pendaki memiliki niat yang sangat mulia, yakni mengunjungi alam ciptaan-Nya. Sebagai sesama makhluk ciptaan Yang Kuasa kita juga harus saling bersilaturahmi bukan? Walaupun, tanpa mereka sadari mereka mendaki hanya karena tidak mau kalah dengan trend yang terjadi, mereka tetap memiliki niat baik kok, Gengs.

4. Pendaki gunung alay

Waaah, tipe ini yang paling bahaya. Mengapa demikian? Selain karena mereka memang ingin mengikuti fenomena kekinian tersebut, ada alasan utama lainnya yang terselubung. Kepentingan para pendaki gunung alay biasanya hanya untuk mengambil gambar di puncak gunung. Entah mengambil gambar alam atau dirinya sendiri, yang jelas mereka biasanya mengambil gambar untuk mem-postingnya di sosial media Instagram. Biasanya mereka juga minim pengetahuan tentang prosedur kesalamatan saat mendaki. Hih! Nggak kebayang, deh, Speakers, apa jadinya alam dengan kehadiran mereka. So, kamu yang senang, suka, atau hobi mendaki gunung. Kamu berada pada tipe yang mana nih?


Penulis: Dembondya

Header Foto: speakingmagz/istimewa


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori