Artikel Populer

Melihat fenomena social anxiety dari sudut pandang berbeda

Melihat fenomena social anxiety dari sudut pandang berbeda

Siang itu, ketikadisuruh berbicara di depan kelas, muka Mawar pucat seketika. Tangannya dingindan basah oleh keringat. Tiba-tiba ia merasakan perutnya sakit sekali penuhtekanan. Belum lagi, detak jantungnya yang berdegup sangat cepat dengan ritmeyang tak menentu. Oh, ada apa dengan Mawar ini?

Tahukah Speakers? Gejala yang dialami oleh Mawar ketikadisuruh berbicara di depan umum tersebut adalah gejala akibat gangguankecemasan, yang oleh para psikolog, disebut Social Anxiety. Social anxiety initidak hanya muncul ketika kita hendak berbicara di depan umum loh!Ternyata SocialAnxiety iniadalah gejala yang sangat umum yang dialami banyak orang ketika berada dilingkungan sosial pun dalaminteraksi sosial sehari-hari.

Tetapi tenangsaja Speakers,kalau kita melihat SocialAnxiety inidari sudut pandang lain, semua akan baik-baik saja. Kita semua gak akan pernah lagi menganggap Social anxiety sebagai penghalang kepercayaan diri.Yuk, simak penjelasan berikut yang dikutip dari Sebastiaan van der Schrier ini!Oh iya, sebelumnya, Sebastiaan van der Schrier ini adalah mantan penderita Social Anxiety yang saat ini sudahmemulihkan kepercayaan dirinya dan bahkan menjadi pelatih public speaking dan berbagai jenis pelatihan lainnya yang dapatmemberikan rasa percaya diri.

Jadi, apa yangberbeda dari Social Anxiety kali ini?Begini Speakers, menurut psikolog, Social Anxiety ini sebenarnya bukanpernyakit atau gangguan yang berlebihan. Merupakanhanya sebuah reaksi yang datang dari respon sederhana yang dihasilkan olehpikiran bawah sadar kita. Respon tersebut datang sebagai tameng karena adanyaancaman dan bahaya yang (akan) datang. Respon tersebut disebut juga sebagai Fight-Flight-Freeze Respon, atau singkatnyaFFF respon. Pertanyaan dan pernyataan yang sering muncul seperti, Gimana ya nanti kalau aku malu-maluinatau Gimana kalau nanti mereka ngetawainaku atau Duh, aku pasti kelihatanbodoh banget nanti, diproses oleh pikiran bawah sadar sebagai ancamandan bahaya. Terdeteksinya ancaman dan bahaya tersebut akhirnya membuat otakmengeluarkan respon FFF yang mengakibatkan seseorang menjadi takut, gugup,cemas, dan sebagainya.

Nah,yang perlu diperhatikan adalah, karena sebenarnya Social Anxiety ini cuma reaksi dari sebuah respon, maka mengatasikecemasan dengan mengusir respon ini tentu tidak akan berhasil. Meyakinkan dirisendiri seperti, saya gak takut, justru akan membuat rasa takut itubertambah. Bayangkan saja seperti mengisi air pada sebuah ember yang bocor. It doesnt help at all. Seharusnya yang diusir oleh kitaadalah asal muasal mengapa respon tersebut datang, yaitu bahaya dan ancamanyang telah disebutkan di atas. Maka dengan begitu, kitaharus melihat bahwa lingkungan sosial tersebut bukan bahaya dan ancaman.Mungkin kita harus memulainya dengan tidak memikirkannya sama sekali. Tapi yang dimaksud disini bukanberati menjadi tidak peduli ya!Hanya saja akan lebih baik jika kita mempersempit kepedulian kita terhadaphal-hal yang sebenarnya apa yang dapatmembantu kita.

Seethat? Ternyatapenyebab ketakutan tersebut adalah respon yang datangnya dari kita sendiri, bukan berasal dari lingkungan luar,loh. Semoga dengan membaca artikel ini, Speakers bisamelihat Social Anxiety ini dari sudutpandang yang berbeda ya!

Penulis: Nurina Azyyati

Editor: InggiRizky A


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori