Artikel Populer

Kota Tua objek wisata yang tak pernah menua

Kota Tua objek wisata yang tak pernah menua

Tigaabad lebih usianya, namun Museum Fatahillah atau lebih dikenal dengan Kota Tuatak pernah benar-benar menua. Bangunan-bangunan bekas peninggalan masa kolonialBelanda ini beberapa kali direnovasi untuk mempertahankan eksistensi Kota Tua.

Sejakabad ke-16, Kota Tua atau dulunya dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia) menjadi perhatian pelayarEropa karena merupakan pusat perdagangan Asia yang strategis. Batavia Lamakemudian berkembang dengan dibangunnya gedung Balai Kota sebagai pusatpemerintahan Hindia-Belanda. Pada 30 Maret 1974 gedung Balai Kota diresmikansebagai Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta. Kota Tua pun memilikiwajah baru sebagai salah satu ikon kota Jakarta dan tujuan wisata sejarah.

KotaTua selalu menarik untuk di kunjungi karena bangunan-bangunan tua yang sangatbersejarah. Museum Fatahillah, diakhir pekan selalu ramai dikunjungi oleh parawisatawan dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Ungkap Eka Yunita(27), pemandu wisata Museum Fatahillah. di Museum Fatahillah pengunjung bisaberwisata sejarah dan melihat furniture-funiture tua dari abad 18 sampai 19,meriam si Jagur, lukisan Gubernur VOC Hindia-Belanda, sel-sel penjara untukpria dan wanita, dan beberapa koleksi peninggalan sejarah lainnya, tambahnya.

img-1451994180.jpg

Meriam Si jagur/Foto:IfaIkah

img-1451994119.jpg

Lukisan Jenderal VOC Hindia-Belanda 1602-1942,salah satu koleksi Museum Fathahillah/Foto: Ifa Ikah

Pengunjungyang datang ke Museum Fathillah beragam, mulai dari anak-anak, remaja, dewasasampai orang tua. Kita milih berkunjung ke sini sih karena bagi saya kalaukita berlibur ke mall sudah biasa,dan kalau disini juga kita bisa dapat ilmu kita bisa lihat peninggalan sejarah-sejarahdulu yang mungkin kita belum bisa lihat. ujar Sifa (14) salah satu siswi SMP127 Jakarta yang berlibur bersama kawannya. Murah meriah dan mudahnya akses ketempat ini jadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Pengunjung hanya dikenakantarif Rp 5.000 untuk masuk ke dalam area museum, letaknya yang dekat denganStatiun Beos jadi pilihan para wisawatan berkunjung menggunakan KRL dibandingtransportasi lain.

Takhanya Museum Fatahillah, Kota Tua memiliki pesona lain, di antaranya MuseumWayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, Caf Batavia, Jembatan Tarik Kota Intan danToko Merah. Mau keliling Kota Tua tapi gakcapek jalan kaki? Tenang, di Kota tua ada paguyuban sepeda onthel yangmenyewakan sepeda dengan tarif yang cukup terjangkau, lengkap dengan topi alanoni Belanda. Pengunjung juga bebas ber-selfiedengan manusia batu, ondel-ondel, badut maupun melakukan sesi pemotretan denganlatar Kota Tua. Keberadaan Kota Tua sebagai bukti sejarah patut dilestarikanagar tetap dinikmati oleh generasi penerus bangsa.

Penulis: Ifa Ikah


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori