Artikel Populer

Indonesia jaya karena tumbuh kembang pemuda

Indonesia jaya karena tumbuh kembang pemuda

Beri aku satu pemuda, maka akan kuguncangkan dunia” -Bung Karno

Anak-anak adalah bakal calon pemuda yang akan memajukan Indonesia seperti yang dikatakan Bung Karno. Tetapi apakah pemuda yang lahir dari anak Indonesia sekarang sudah ideal untuk bisa membawa Indonesia untuk maju?

“Children are the world’s most valuable resource and its best hope for the future” -John F. Kennedy

Pemuda Indonesia akan tumbuh dari seorang anak. Anak merupakan anugerah terindah yang dilahirkan dalam suatu keluarga. Setiap anak memiliki hak untuk hidup dan mendapatkan pendidikan yang layak. Pertumbuhan seorang anak dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, lingkungan dimana dia tinggal dan terutama pendidikan yang membekalinya untuk hidup baik di masa yang akan datang. Setiap anak dilahirkan cerdas dan jika diibaratkan seperti kertas putih yang akan diisi dengan bagaimana dia bertindak dan menghadapi hidup. Menurut laporan data tahun 2015 dikutip dari UNICEF Indonesia, 30% total penduduk Indonesia adalah anak-anak.Bicara mengenai anak maka akan dihubungkan dengan pendidikan. Pendidikan anak di Indonesia terutama di wilayah miskin terisolasi seperti di Papua sekitar 30% anak putus sekolah karena bekerja untuk membantu menghidupi keluarga.

Bayangkan saja seorang anak sekitar umur 7-15 tahun di tanah Papua bekerja di pelabuhan untuk bongkar muat kapal. Anak muda di Papua berfikir bahwa masa kecil tanpa pendidikan berarti masa depan tanpa peluang. Bahkan 1 dari 10 anak di tanah terpencil sulit akses di Indonesia tidak mengetahui siapa nama presiden dan apa lagu kebangsaan Indonesia bahkan untuk bisa mengenal aksara dan menulis diperkirakan di usia 9 tahun. Bagaimana Indonesia ada di tangan pemuda jika calon pemuda Indonesia tidak mendapat perhatian menyeluruh untuk mengenal aksara? Sekitar 87 persen dari anak yang duduk di kelas awal di daerah pedesaan dan terpencil Papua dan Papua Barat memiliki pemahaman membaca yang terbatas (UNICEF Indonesia 2015). Apa yang dikatakan UNICEF ini harus menjadi perhatian penuh.

Relatifnya seorang anak belajar mengenal aksara, bisa membaca, dan menulis lebih mungkin  berhasil untuk hidup. Anak-anak yang lahir di Indonesia bakal calon pemuda yang akan menggerakkan bangsa. Anak-anak adalah generasi produktif yang masih bisa dilatih dan diberi akses yang layak untuk mendapatkan masa depan yang baik. Pemuda Indonesia tidak langsung “jadi” atau “tiba-tiba” menjadi pemuda tanpa melewati masa anak-anak. Menurut suatu data, Indonesia akan memiliki perubahan pada tahun 2020 oleh generasi Millenial. Itu berarti generasi yang lahir sekitar tahun 1990-2000 an.

Bukan berarti Indonesia lupa akan anak-anak yang lahir setelahnya. Justru ini memberikan isyarat bahwa anak yang lahir setelah generasi Millenial harus lebih dipersiapkan dengan pendidikan dan akses yang lebih mapan untuk mempertahankan kemajuan Indonesia di tahun 2020 dan tahun berikutnya. Jangan sampai terlewakannya momen dan kesempatan baik untuk mempersiapkan bakal calon pemuda ini.

 

Penulis: Inggi R Amartya  


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori