Artikel Populer

Giasa Lutfiah, mahasiswi asal Bekasi sukses bawa perubahan berarti

Giasa Lutfiah, mahasiswi asal Bekasi sukses bawa perubahan berarti

Giasa Lutfiah, mahasiswa Desain Produk Industri di Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB), sudah sebulan lamanya berwara-wiri di televisi dengan karya sepeda bertenaga surya yang didesainnya sendiri. Tak hanya di televisi karyanya diperkenalkan, media cetak pun tertarik dengan karya mahasiswa asal Bekasi itu. FYI, guys, tujuan utama Giasa, begitulah sapaan akrabnya, dalam mendesain sepeda tersebut semata-mata hanya ingin menyelesaikan Tugas Akhirnya (TA) dan lulus dengan gelar sarjana desain, it’s so simple! Meskipun begitu, Giasa memiliki harapan agar teman-temannya yang berasal dari lintas profesi dan lintas jurusan juga bisa melakukan hal yang sama dengan memanfaatkan energi terbarukan tetapi menggunakan cara yang berbeda.

Rupanya produk Tugas Akhir (TA) yang selalu menjadi musuh bebuyutan mahasiswa tingkat akhir bisa berujung ketenaran, lho. Tentunya hal itu bisa terjadi jika kamu mengerjakan produk TA sepenuh hati dan ngga ada tuh kata, “yang penting lulus.” Selain produknya dilirik oleh beragam media dan pengusaha, prestasi lainnya yang berhasil ia raih adalah predikat cumlaude pada kelulusannya belum lama ini.

Ketika, King, tanyakan ide produk TA yang dikembang, Giasa menjawab dengan mantap, “Ya, Saya suka bersepeda. Itulah yang mendorong saya untuk memilih alat transportasi jenis roda dua (sepeda) sebagai topik studi alat transportasi dengan energi terbarukan.

Pertimbangan lainnya tentu saja sebagai upaya mengatasi krisis energi dengan mengembangkan energi alternatif terbarukan. Ketika mengembangkan ide tersebut, Giasa melakukan studi banding terhadap produk yang sudah ada sehingga sepeda tenaga surya karyanya berbeda dari sepeda tenaga surya lainnya.  Sepeda tersebut dirancang tidak hanya sekedar menerapkan tenaga surya (solar cell) pada sepeda, namun juga mempertimbangkan aspek ergonomic, material, appearance dan kelayakan produksi dari kacamata industri di mana aspek-aspek tersebut merupakan hal yang penting untuk mencapai sebuah produk yang fungsional, bagus penampilannya dan juga bernilai ekonomi.

Sepeda minimalis tanpa rantai dan pedal itu memiliki kecepatan 20 km/jam dengan jarak tempuh 40 km dan digunakan selama kurang lebih dua jam. Mengapa hanya bisa digunakan selama dua jam? Sebab, sepeda dilengkapi dengan dua buah baterai berkekuatan 12 volt yang dirancang sebagai pijakan kaki hanya mempunyai kekuatan selama dua jam. Ketika baterai itu habis, kamu harus mengisi dayanya dengan menjemur baterai di bawah sinar matahari selama 5 jam/hari. Walaupun begitu, Speakers, ngga usah khawatir kalau baterai tersebut tiba-tiba mati di tengah jalan. Pasalnya, konsep sepada tenaga surya itu ialah dual mode, yakni  mode sepeda listrik dan mode otoped. Jika baterai pada sepeda tersebut mati, maka kamu bisa menggunakannya seperti kamu menggunakan moda transportasi otoped.

Sepeda tenaga surya karya Giasa sudah mengalami uji coba oleh beberapa orang, salah satunya teman-teman mahasiswa ITSB sendiri. Mereka menggunakan sepeda tersebut sebagai moda transportasi dari rumah menuju kampus dengan jarak tempuh ±30km tanpa mengalami kendala apapun. Sepeda yang mampu memakan beban hingga 100kg ini bisa ditumpangi sebanyak dua orang, satu orang dewasa dan satu anak kecil.

Anak kedua dari tiga bersaudara itu mengaku sulit menemukan alat dan bahan kala mengembangkan desain sepeda tersebut. “Sangat sulit, beberapa bahan saya beli di luar kota.“ ujarnya. Kendati demikian, Giasa tetap dapat menyelesaikan moda transportasi tersebut dalam kurun satu tahun, dua semester perkuliahan.

Waktu yang dibutuhkan adalah selama satu tahun atau 2 semester. 1 semester (6 bulan) berfokus pada studi desain sampai diketemukan konsep desain yang diakomodasi dalam MK kolokium pra TA, dan 1 semester kemudian memulai proses perancangan produk sampai produksi prototype dalam TA.” Giasa menambahkan.

Saat, King, singgung perihal bisnis, Giasa mengaku sepeda tersebut sudah dilirik salah satu perusahaan untuk dikembangkan lebih lanjut dan diproduksi masal. “Karena pihak suasta ‘sinarmas’ sudah memesan sepeda ini melalui rektor kami.” Di Kampus ITSB pun sudah membentuk tim dalam mengupayakan produksi massal dengan Giasa sebagai salah satu anggota di dalamnya. Mahasiswa pecinta sepeda itu memang mempunyai keinginan untuk menyempurnakan desain prototype agar hasilnya lebih maksimal dan dapat diproduksi massal. Terkhususkan untuk pembaca setia SpeaKing, King, mendapat bocoran bahwa harga sepeda tersebut berkisar 3-5 juta, lho.

Sepeda tenaga surya karya Giasa memiliki logo sendiri, yakni Energy Bike Energi terbarukan. Perempuan kelahiran Bekasi, 23 Juli 1994 mengaku logo tersebut memiliki filosofi tersendiri. Kata “Energi” yang memiliki simbol matahari di atasnya mengandung arti tenaga matahari dan kata “Bike” yang memiliki symbol stecker listrik di atasnya mengandung arti sepeda listrik. Penggabungan kedua kata tersebut memiliki arti bahwa kendaraan roda dua (sepeda) bertenaga matahari.

Perempuan yang memiliki jiwa sosial tinggi itu mengaku bersyukur karena banyak yang terinspirasi dari prestasi yang ia raih. Keluarga dan teman dekatnya pun tak lupa mengucapkan selamat atas produk yang berinovasi itu dan mendoakan untuk keberlangsungannya di masa depan. Tidak berhenti sampai di situ saja rentetan prestasi yang diraih Giasa. Tanggal 6 Februari 2016 Giasa akan terbang ke Malang untuk mewakili Kampus ITSB dalam seminar sepeda tenaga surya di acara SENIATI 2016.

Muda, cerdas, berbakat, mudah bergaul, kreatif, gigih berusaha, dan cantik, itulah sosok Giasa Lutfiah. Hayo, Speakers, siapa yang mau bawa perubahan lewat misi sosial? King, tunggu prestasi kalian yaa!

 

Penulis: Dembondya

Foto: Dok. Giasa Lutfiah/Istimewa


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori