Artikel Populer

Gak harus berdemo hingga depan Istana, menyuarakan keadilan juga bisa lewat sastra

Gak harus berdemo hingga depan Istana, menyuarakan keadilan juga bisa lewat sastra

Novel-novelnya dekat sekali dengan isu sosial. Begitu punpuisi-pusi karyanya, tak mencoba berpuitis tetapi kritis mempertanyakanketidakadilan. Menurut Okky Madasari, sastra bukanlah rangkaian kata-kata yangpuitis, mendayu-dayu dan membuat orang terpesona pada kata-kata. Baginya,sastra adalah setiap upaya untuk menggali suara dari nurani melalui bahasa.

Saya berfikir menulis karya sastra seperti novel bukansekadar menghibur dan pengantar tidur. Tetapi menulis novel itu karena memangada sesuatu yang ingin saya sampaikan dan saya rasa harus diungkapkan. Dengan begituketika ada orang membaca yang kita tulis, ada sudut pandang yang berubah, adacara berfikir yang berbeda, ada upaya untuk mempertanyakan sesuatu yang kitaanggap kewajaran, ujar Okky dengan nada tegas. Baginya, membaca danmenyebarkan sastra kepada orang lain itu artinya mengajak orang lain untukmelakukan hal serupa.

Pernah menjadi wartawan selama tiga tahun menjadi kesempatanemas Okky untuk membaca karya-karya sastra. Okky kemudian menemukan bahwa iamembutuhkan ruang yang lebih besar untuk mengungkapkan gagasannya. Jurnalismetak lagi cukup menjadi medium untuk mengungkapkan segala yang ada dipikiran dania pun memilih sastra.

Dari dulu saya suka menulis dan percaya bahwa kekuatansebuah tulisan dalam mempengaruhi pikiran orang dan sekarang pun saya lebihpercaya lagi jika sastra punya kekuatan besar untuk mempengaruhi jiwa danpikiran orang, ungkap perempuan pengagum Wiji Thukul ini.

Sastra yang bersuara

Berangkat dari sebuah realita permasalahan sosialdisekitarnya, Okky menyampaikan keresahannya lewat keempat novelnya. Novel berjudulEntrok misalnya, di mana Okky tumbuh dimasa orde baru dan mengingat bagaimanasituasi dulu. Dari ingatan itu Okky membangun karakter-karakter fiksi.Begitupun puisi-puisi yang ditulisnya.

Saya selalu percaya bahwa yang pertama harus dimilki dalammenulis adalah keberanian dan kebebasan dari ketakutan agar menghasilkankarya-karya yang bersuara. Tanpa dua hal itu kita takkan bisa menulis apa-apadan tanpa tujuan apa-apa. Dan itu syarat mutlak. Ketika ada pertentangan dariapa yang kita tulis, itu adalah risiko dari demokrasi itu sendiri, tutur pemiliknama lengkap Okky Puspita Madasari.

Kritikan penuh prasangka pun pernah ditujukan padanya. Dinovel Entrok, Okky dianggap menjelek-jelekan orde baru, lalu di novel Maryamdianggap membela Ahmadiyah. Padahal yang dia lakukan hanya menyuarakan korban.

Sekarang kamu bayangkan, di novel Maryam. Okelah dianggapsesat tetapi bagaimana kamu membiarkan sekelompok manusia diusir dari rumahnyayang asli, tinggal di pengungsian tujuh tahun, anaknya lahir di situ dan matidi situ. Sampai sekarang kalau ke Lombok masih ada. Dan sekarang kita nontonberita TV dan ada kejadian serupa dari orang lain. Itu sewaktu-waktu bisa sajaterjadi pada kita dengan mudah dianggap apa, diusir dan tidak boleh tinggal di rumahmu.

Meski baru lima tahun karier penulisannya, Okky cukupproduktif menerbitkan novel setiap tahunnya. Bahkan mendapatkan KhatulistiwaLiterary Award diusianya yang cukup muda dan termuda di antara pemenang yanglain.

Saya bersyukur dengan karir kepenulisan saya. Saya anggap hal itu sebagai bonus saja,sebagai jalan untuk membuat karya saya lebih dikenal, dengan begitu yang bacalebih banyak sehingga apa yang saya sampaikan lebih banyak mempengaruhi orang,ungkapnya pada King.


Penulis/Foto: Ifa Ikah


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori