Artikel Populer

Di balik layar kamera jurnalis

Di balik layar kamera jurnalis

David Rizal harus keluar dari kamar hotelnya di lantai 3 dalam hitungan detik, saat gempa susulan 7,3 skala Ritcher menghantam Khatmandu, Nepal. Sementara Djati Darma sempat hilang puluhan jam saat liputan di Mentawai, Sumatera Barat. Beragam pengalaman menakjubkan itulah yang akhirnya membawa kedua reporter Liputan 6 SCTV ini menjadi jurnalis tangguh.

***

     “Anyone can speak English?” Kata-kata itulah yang David Rizal teriakkan di pusat lokasi bencana saat Filipina dihantam topan haiyan. Saat itu, ia memang tengah ditugaskan ke sana dalam kapasitasnya sebagai jurnalis. Namun, ia mengalami kesulitan. Di Filipina, gak banyak orang yang native-nya menggunakan bahasa Inggris. Alhasil, ia kesulitan untuk menembus narasumber dan mendapatkan informasi. Gak hilang akal dan mengabaikan rasa malunya, ia pun berteriak di pusat lokasi bencana tersebut untuk mencari tahu mereka yang dapat berbahasa inggris.

img-1450364211.jpg

David Rizal/Istimewa

      Yup, somehow menjadi jurnalis, seperti yang saat ini dilakoni David Rizal,  memang harus banyak akal dan kerap kali menempuh cara halal apa saja demi mendapatkan informasi. Beruntung, sejak kecil David memang memiliki ketertarikan khusus dalam dunia jurnalistik, sehingga pekerjaan yang ia jalani sekarang dilakoninya dengan enjoy dan tanpa beban.

      Lain hal dengan Djati Darma. Menjadi jurnalis bukanlah mimpinya sejak kecil. Namun saat mulai bersekolah di Surabaya, keinginan itu pun muncul. Pertemuannya dengan news anchor senior, Riza Primadi sewaktu ia menempuh pendidikan D3 Penyiaran di Universitas Indonesia, membuatnya semakin mantap untuk menjadi news presenter.  Kendati ia harus mencicipi lapangan terlebih dahulu sebagai reporter selama setahun. Namun ia justru menikmatinya lantaran di lapangan, ia kerap kali menemukan hal-hal gak terduga. Misalnya saja, ia pernah hilang selama puluhan jam di Mentawai karena kesulitan sinyal, sehingga tidak dapat mengontak timnya. Wuiiihh….

img-1450364247.jpg

Djati Darma/Istimewa

     Hal-hal gak terduga inilah yang membentuk baik David maupun Djati menjadi jurnalis tangguh sehingga membawa mereka pada posisinya sekarang. David kini dipercaya sebagai wartawan istana, sementara Djati kini didapuk sebagai news presenter sekaligus produser.

     Baik David maupun Djati, keduanya tentu paham pekerjaannya yang tengah dijalaninya bukan tanpa risiko. Ada harga yang harus dibayar demi pekerjaan yang menuntut loyalitas tinggi seperti jurnalis. Salah satunya, dengan mengorbankan waktu bersama keluarga tercinta. David mengaku, sudah tiga tahun belakangan tak ikut berlebaran bersama keluarganya. "Tahun 2013 lalu saat subuh, saya mendapat kabar ayah meninggal. Di situ saya merasa sangat menyesal karena tidak bisa melihat untuk terakhir kalinya. Karena pada pagi harinya saya harus melakukan liputan", ujarnya hampir meneteskan air mata.

Simak: Menyuarakan jurnalisme dengan hati

     Nah, buat kamu, Speakers! yang pengen jadi jurnalis, keduanya punya pesan yang bisa dijadikan bekal awal kamu, nih. “Pertahankan idealisme kamu. Jangan mau dipengaruhi oleh narasumber. Sampaikan berita sesuai fakta,” terang David. Sementara Djati berpesan agar jurnalis pemula selalu memiliki keinginan untuk belajar. “Jangan pernah puas! Jadikan setiap hari sebagai pembelajaran. Pun dalam kerja, jangan berorientasi pada materi, yang ada idealisme kamu bisa tercoreng,” tambah Djati.

 

Penulis:  Indah Nur Wijayanti


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori