Artikel Populer

Cermat memilih komunitas

Cermat memilih komunitas

Masih ingat dong beberapa waktu lalu saat heboh dokter Rica Tri Handayani dilaporkan menghilang? Dokter Rica diduga pernah mengikuti organisasi ini saat kuliah. Gerakan radikal berkedok organisasi atau komunitas patut kita waspadai loh Speakers. Apalagi untuk generasi muda yang terus mencari jati diri mereka. Ini tipsnya cermat pilih komunitas:

1. Jurus kepo

Penting banget Speakers kepoin komunitas atau organisasi di mana kita akan bergabung. Jangan asal bergabung hanya karena kesamaan minat, apalagi demi gengsi. Ketahui visi, misi, dan program kerja komunitas. Gali informasi sebanyak mungkin dari situs komunitas, medsos maupun dari teman yang sudah bergabung menjadi anggota.

2. Konsisten dan kontrol

Ketika Speakers sudah mantap bergabung, tentunya harus konsisten dengan ketentuan yang komunitas tetapkan demi terwujudnya visi dan misi. Kita juga bisa mengontrol pergerakan dan program komunitas yang tengah berjalan sesuai dengan ekspektasi atau malah melenceng.

3. Jangan takut bersuara

Sebagai anak baru dalam komunitas terkadang kita lebih nurut dan mengikuti alur yang sudah ada. Tapi gak ada salahnya kita bersuara untuk menyatakan pendapat bahkan kritikan. Penting. Gak selamanya diam itu emas loh! Dalam berkomunitas dibutuhkan satu suara untuk mengambil keputusan.

4. Tetap dijalur

Menurut pengamat media sosial dan komunitas, Vanina Delobelle, komunitas merupakan sarana berkumpulnya orang-orang yang memiliki kesamaan minat. Kita harus peka banget kalau ada perubahan yang tak wajar dengan komunitas dimana kita bergabung. Apalagi menyangkut prinsip dasar komunitas.

5. Berdampak positif pada diri dan sekitar

Berkomunitas tentu memiliki tujuan yang bermanfaat. Tak hanya sekadar berkumpul tanpa arti. Komunitas menjadi sarana paling tepat untuk berbagi pengalaman, ilmu dan menambah relasi. Pastikan komunitas di mana kita bergabung memberi manfaat untuk kita sendiri dan orang lain di sekitar. Bukannya malah merugikan.

Mantan pengikut Negara Islam Indonesia (NII) Ken Setyawan mengutip viva.co.id mengatakan Gafatar dalam basis gerakannya tak jauh berbeda dengan NII. Biasanya basis gerakan tersebut mengajak kepada kegiatan positif seperti donor darah hingga bimbingan belajar yang mudah menyusupi anak muda. Nah, Speakers ada kalanya kita harus berhati-hati dalam bergabung dalam suatu komunitas. So, yuk bekali diri kamu dari sekarang Speakers!

 

Penulis: Ifa Ikah


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori