Artikel Populer

Bangun chemistry seperti Choky dan Yuanita

Bangun chemistry seperti Choky dan Yuanita

Single Ladies, tunjukkan pesona mu!”

Theme song Single Ladies – Beyonce dimainkan dan perempuan-perempuan cantik yang (katanya) single keluar sambil disambut meriah oleh penonton. Mereka lalu berjalan dengan anggun menuju tiga puluh podium dengan papan nama masing-masing.

Cuplikan reality show di salah satu stasiun televisi swasta itu sudah lekat dalam pikiran kita. Ya, apa lagi kalau bukan ‘Take Me Out’. Kedua host memandu dengan sinergis. Yuanita Christiani mendekati salah seorang perempuan peserta menanyakan kabar dan alasan mengikuti acara  tersebut. Ia lalu memberikan umpan kepada Choky Sitohang untuk menjelaskan aturan main permain dan dan memanggil seorang pria single. Peran ini mereka mainkan secara bergantian pada segmen segmen berikutnya. Terlihat sekali mereka sangat kompak dari awal acara hingga akhir. Sangat padu.

Ditemui di lokasi shooting iklan di Cibubur, Choky Sitohang menceritakan kepada speaKing magz bagaimana pengalamannya memandu berbagai acara dengan partner yang beragam.

“Saya dengan Yuanita tidak pernah ada konflik. Awal-awal dulu malah seingat saya, tahun 2009, kami benar benar bagi tugas. Yuanita gak berani ngambil bagian saya. Saya juga respect dia untuk tetap melakukan bagiannya. Dari situ kami melatih untuk tetap saling mengisi,” ujarnya.

Dari awal dipasangkan, Choky dan Yuanita sudah merasa cocok. Perkongsian di atas panggung ini terbawa  ke luar pekerjaan hingga akhirnya menjadi teman yang klop dan mengenal antar keluarga dengan baik.

Timbal balik, kedekatan di luar panggung membuat mereka amat leluasa bekerja sama memandu acara dan menyukseskan Take Me Out. Sehingga memenangkan Panasonic Gobel Award 2010 sebagai  reality show terfavorit dan mengantarkan Choky sebagai presenter reality show terbaik.”

Memandu acara sendiri, tentu berbeda dibanding memandu acara berdua dengan orang lain atau lebih. Selain persiapan seperti: membaca bahan, gladi, checksound, membangun mood, spirit, komunikasi dengan event organizer, dan lain-lain hal yang penting untuk diperhatikan ketika membawakan acara berdua adalah komunikasi dengan partner, reading naskah, dan memiliki empati.

Ada beberapa poin yang harus kamu perhatian, Speakers:

  • Komunikasi sebelum acara dimulai

Hal ini menjadi sangat penting, apalagi partner tersebut adalah orang yang tidak dekat dengan kita atau bahkan baru kita kenal. Kedua MC harus mengobrol sebagai bagian dari persiapan. Choky menekankan pentingnya agar kita rendah hati mau duduk bareng untuk sama-sama terbuka. Hal-hal yang dibicarakan adalah hal-hal yang bersifat umum, bukan hal-hal privasi.

“Kita bicarakan, ‘udah berapa kali MC? Siapa kliennya? Oh, kenal si A, si B?’ Ada kaitannya ternyata,” Choky menerangkan. “Maksud dan tujuannya adalah supaya saya bisa mengenal partner.”

Keduanya, kemudian harus membicarakan perihal acara. Bila memiliki ide, sampaikan di belakang panggung. Hal ini semakin krusial bila berpasangan dengan orang yang baru dikenal karena spontanitas diatas panggung bisa membuat partner kelabakan.

  • Membaca naskah

Hal kedua adalah membaca naskah. Pada saat reading naskah, kedua MC berbagi tugas sesuai rundown acara. “Kita bicarakan siapa yang bertugas memanggil A, siapa yang bertugas memanggil B, dan seterusnya,” Choky mencontohkan.

Hal ini agar tidak terjadi tabrakan pada saat acara nanti.Jangan sampai menyolong peran antar MC. Kecuali, bila kejadian alamiah terjadi. Misalnya, salah satu dari kita kelupaan bagian. Bila ini terjadi, partner sebaiknya mengisi kekosongan.

Selain itu, tetapkan pula siapa MC yang menjadi leader dan balancer. “Kalau partner kamu nggak mau jadi penyeimbang, ya, biarlah kamu jadi pe-nyeimbang. Kalau dua-duanya leader yang terjadi adalah kekacauan,” kata Choky perlu adanya Empati

  • Empati

“Jangan karena kamu pengen ditinggikan orang biar ketawa, kamu ngeledek partner. ‘Ah elo, muka kloset.’ Kan kalau pelawak lain, ya. Tahu lagi bercanda. Dalam konteks sandiwara. Tapi, kan mereka bukan MC. Kalau MC tidak bisa. Kita harus elegan, smart, punya rasa humor, bercanda-bercanda pada tempatnya,” ujarChoky.

Empati dapat pula berupa pemahaman terhadap karakter partner. Ada yang tipe permisif, dominan, dan ditengah keduanya. Bila partner permisif, kita harus menaikkannya. Hilangkan rasa sungkan antar MC. “Ini bukan soal siapa yang sudah di TV duluan, siapa yang masih jadi penyiar radio. MC ketika dipasangkan tidak lihat nilai kontrak. Saya berdua sama dia adalah sama-sama MC,” lanjutnya.

Kita dapat meredam partner yang dominan dengan empati. Jangan sampai bila partner dominan, kita ikut-ikutan dominan. Hal ini bisa membuat audience menjadi tidak nyaman. Cara mengatasinya adalah dengan me-refresh setiap kali kembali kebelakang panggung, bagian-bagian mana saja yang menjadi milik kita dan partner.

“Ada, memang dari sifat alamiahnya dominan. Pada saat nge-MC, mungkin dia merasa bagian dia di situ lebih besar. Ya, artinya part yang diberikan kepada dia untuk konten acara lebih besar. Padahal tidak. Maka saat itu saya sebagai penyeimbang. Saya harus ada disaat di mana dia memerlukan saya untuk melemparkan quotes kepada dia, dan dia membalas,” jawab Choky ketika ditanyai apakah pernah memiliki pengalaman menghadapi partner yang dominan.

Bersyukurlah bila mendapati partner dengan tipe yang di tengah-tengah. Kita dapat fokus kepada bagian kita sehingga membawakan acara dengan lebih nyaman.

Jadi, pintar-pintarlah dalam berduet dengan orang lain saat membawakan acara. Syukur- syukur mendapatkan partner yang sangat klop seperti Choky dan Yuanita. Pun, Choky merasa ia memiliki banyak partner yang lain yang ia juga merasa cocok. Kuncinya, ada pada komunikasi membangun chemistry. Ia sangat percaya sekali tidak ada chemistry yang tidak bisa dibangun.

 

Penulis: Haikal Riza

 


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori