Artikel Populer

Aiman Witjaksono: Menyuarakan jurnalisme dengan hati

Aiman Witjaksono: Menyuarakan jurnalisme dengan hati

Sosoknya sempat menghiasi program berita di salah satu stasiun televisi swasta nasional pada awal 2000-an. Ia pun sempat menghilang selama tujuh bulan dari layar penyiaran. Apa saja yang ia lakukan selama vakum tersebut? Dan bagaimana cara jitunya menyikapi situasi saat diserang Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok dalam sebuah wawancara eksklusif langsung di sebuah stasiun televisi? Aiman Witjaksono menceritakan perjalanannya selama menjadi jurnalis, khusus kepada King.

 Dunia jurnalisme televisi sebenarnya bukan barang baru bagi pria kelahiran Jakarta, 37 tahun silam ini. Aiman kecil begitu gandrung dengan dunia kepenulisan. Nah, untuk menyalurkan hobinya itu, mading di SMP dan SMA-nya, menjadi sasaran untuk menyebarkan tulisannya. Gak berhenti di bangku SMA, kegemarannya menulis itu pun berlanjut hingga bangku universitas.

  Genre tulisan yang ia buat berada pada jalur nonfiksi. Menurutnya, hal tersebut lebih menyentuh realitas ketimbang cerita fiksi. Maka tak heran, ia melahap banyak buku-buku bergenre sejarah dan biografi. Kegemarannya pada nonfiksi itulah yang membawanya ke dunia jurnalistik. Semakin yakin dengan jalan hidupnya di dunia pewartaan, ia pun bergabung di RCTI sebagai jurnalis pada 2002.

  Selang beberapa tahun, ia memutuskan mundur dari televisi yang membesarkan namanya itu. Dalam tujuh bulan vakumnya, Aiman mengajar di sebuah universitas swasta dan membangun sebuah perusahaan kehumasan yang  bergerak di sektor kelautan.

Disemprot Ahok

  Sebentar vakum, ia pun akhirnya muncul kembali di layar pemberitaan. Kali ini lewat sebuah stasiun TV yang baru seumur jagung, Kompas TV. Di rumah barunya tersebut, Aiman mengisi slot tak hanya sebagai news anchor tetapi juga presenter program talkshow Aiman Dan. Lewat programnnya itu, ia berhasil menyabet KPI Award sebagai presenter talkshow terbaik mengalahkan presenter gaek Najwa Shihab pada 2014.

  Bad things happen anytime to everyone, tak terkecuali Aiman. Dalam perjalanan karirnya sebagai presenter, ia sempat mengalami kejadian tak mengenakkan. Dalam sebuah dialog siaran langsung dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, ia dihadapkan dalam situasi dilematis. Pada saat itu, Ahok sempat kesal sehingga mengeluarkan kata-kata yang tak pantas. Aiman pun sempat mengingatkan berulang kali bahwa kondisinya saat itu tengah siaran langsung, sehingga tak memungkinkan untuk disensor.

  Meski memiliki opsi untuk segera mengalihkannya ke commercial break, Aiman memilih tidak melakukannya. Menurutnya, jika hal itu dilakukan, masyarakat akan merugi lantaran kehilangan fakta yang sebenarnya. “Karena, setelah wawancara itu Pak Ahok mengungkapkan seterang-terangnya, sejelas-jelasnya bagaimana modus yang dilakukan selama ini oleh DPRD maupun SKPD di DKI Jakarta terkait dengan kongkalikong proyek yang nilainya triliyunan rupiah,” sebut ayah dua anak ini.

  Imbasnya, ia dan stasiun televisi tempatnya bernaung pun kena tegur Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Bahkan masalah ini sempat sampai ke meja Komisi I DPR RI, lho Speakers. Namun, Aiman legowo. Menurutnya, itu harga yang harus dibayar dalam menyampaikan kebenaran.

Journalism public speaking itu spesial

  Public speaking dengan jurnalisme televisi layaknya dua sisi mata uang, Speakers, gak bisa dipisahkan satu sama lain. Keduanya memiliki esensi yang sama, yakni menyampaikan pesan kepada khalayak. Namun, menurut Aiman, public speaking dalam jurnalistik memiliki keistimewaan tersendiri dari public speaking lain. Tak hanya untuk menyampaikan informasi kepada khalayak, tetapi kemampuan jurnalis juga dituntut sebagai penyampai hati nurani rakyat. Sehingga pesan yang disampaikan dapat memiliki dampak terhadap lingkungan masyarakat.


Penulis: Bella Depari


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori