Artikel Populer

4 kutipan puisi sastrawan Indonesia yang mendunia

4 kutipan puisi sastrawan Indonesia yang mendunia

Sastra adalah setiap upaya untukmenggali suara dari nurani melalui bahasa. Kutipan dari sastrawan OkkyMaddasari ini sangatlah tepat untuk mengartikan puisi sebagi karya sastra.Puisi memang tak sekadar kata-kata puitis tanpa arti tetapi buah pemikiran kritissang penulis.

Nah, Speakers tahu gak sih kalau 28April lalu kita baru saja memeringati Hari Puisi Nasional? Kali ini King mauberbagi info penting nih mengenai kutipan puisi karya sastrawan Indonesia yang abadihingga sekarang. Simak ya!

1.Aku - Chairil Anwar

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Potongan puisi karya sang penyair peloporangkatan 45 ini begitu melekat di hari masyarakat. Bahkan puisi Aku dipajangdi tembok di Leiden, Belanda. Puisi AKU ini menggambarkan sebuah perlawananyang ditulis oleh Chairil Anwar di tahun 1945 melawan pendudukan Jepang danjuga Belanda. Puisi-puisi Chairil menyangkut banyak hal mulai daripemberontakan, kematian, individualisme, hingga interpretasi.

2. Pepatah Buron - Wiji Thukul

Penindasan adalah guru yang paling jujur

Bagi yang mengalami

Lihatlah tindakan penguasa

Bukan retorika bukan pidatonya

Ya, dari puisilah Wiji Thukulmenyuarakan ketidakadilan yang dilakukan para penguasa. Hanya karena puisi-puisinyayang mengkritisi zaman Orde Baru, Wiji Thukul menjadi buronan. Bahkan iadisebut-sebut sebagai dalang kerusuhan 27 Juli 1996 di Jakarta. Namunkeberadaannya lenyap seiring runtuhnya orde baru dan tak pernah ditemukanhingga kini. Puisi-puisi Thukul lugas, tegas dan banyak bercerita mengenaikedzaliman penguasa Orde Baru.

3. Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta - WS Rendra

Pelacur-pelacur kota Jakarta

Dari klas tinggi dan klas rendah

Telah diganyang telah diharu biru

Mereka kecut, keder, terhina dan tersipu

Puisi karya Rendra ini menyindirkebiasaan nakal para oknum pejabat sekaligus mengangkat realita kemiskinan darisudut pandang yang berbeda, pelacur. Selain mengangkat tema sosial, karya-karyapuisi Rendra juga mengangkat tema yang universal.

4. Salemba-Taufiq Ismail

Anakmu yang berani

Telah tersungkur ke bumi

Ketika melawan tirani

Puisi-puisi Taufiq Ismail lebih dekatkepada persoalan politik dalam negeri, kondisi sosial ekonomi, dan hal-halkontemporer lainnya. Pada umumnya Taufiq mengarang puisi dalam konteksbernafaskan politik dan agama.

Penulis: Ifa Ikah


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori