Artikel Populer

4 Fakta kenapa radio masih easy listening

4 Fakta kenapa radio masih easy listening


Di radio aku dengar lagu kesayanganmu

Ku telepon di rumahmu sedang apa sayangku

Ku harap engkau mendengar

Dan katakan rindu



Lirik lagu lawas milik Gombloh inimasih berlaku untuk sebagian anak mudayang suka dengerin radio. Apalagi yang sering kirim salam dan request lagu untuk orang tercinta, radioseperti bagian yang tak terpisahkan.

Sejak ditemukan pada tahun 1896 radioterus mengalami perkembangan yang cukup pesat. Radio tak sekadar sebagai saranainformasi satu arah, tetapi berkembang menjadi media hiburan dimanapendengarnya bisa berinteraksi langsung dengan penyiarnya. Hubungan spesialantara pendengar dan penyiar inilah yang membuat radio masih memiliki tempat ditengah gempuran media digital. Yuk, cari tahu fakta menarik lainnya kenaparadio masih easy listening hinggakini:

1.Program musik

Program musik yang ada di stasiunradio menjadi magnet utama yang membuat pendengarnya tetap setia mendengarkanradio. Ada banyak program musik yang akan menemani Speakers kala terjebakkemacetan, sendirian, galau atau saat berkumpul bersama orang-orang terkasih.Speakers juga bisa me-requestlagu-lagu favorit kalian. Dan yang paling penting nih, radio menjadi pilihanutama para musisi dalam mempromosikan musik mereka karena kemudahan dankecepatan yang dimiliki radio. Bahkan stasiun TV pun menjadikan radio sebagaibarometer dalam mencari musik yang lagi hitsdan paling banyak di requestpendengar.

2. Drama radio

Program radio tak melulu musik danberita, ada juga loh program drama radio. Di tahun 80-an, popular drama radioyang mengangkat cerita legenda-legenda atau pertarungan. Sebut saja drama radioSaur Sepuh, Misteri Gunung Merapi, Tutur Tinular, Brama Kumbara, Ibuku SayangIbuku Malang yang kemudian diangkat ke layar lebar. Untuk drama radio kekinianlebih mengangkat tema persoalan asmara dan remaja. Contohnya adalah drama radioJatuh Hati yang dibintangi oleh penyanyi terkenal, Raisa dan Maruli Tampubolonyang merupakan prequel dari filmTerjebak Nostalgia.

3. Penyiar yang interaktif

Sebuahprogram radio tanpa penyiar seperti rekaman yang diputar berulang-ulang,membosankan. Keberadaan penyiar itu menjadi nyawa pada radio itu sendiri.Apalagi kalau penyiarnya berkualitas, kreatif, dan menemani pendengarnya dengansangat baik. Seolah punya hubunganyang erat dengan pendengar meski hanya lewat suara. Hubungan yang sepertiitulah yang membuat pendengar tetap setia mendengarkan radio.

4. Media digital

Tak bisa dipungkiri jika radio kalahsaing dengan beberapa media digital yang menawarkan banyak kelebihan. Namun,radio tetap saja memiliki peluang untuk mengudara. Justru digitalisasi mediamembuat radio lebih mudah diakses, aplikasinya bisa didownload maupun streaming online. Radio Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (Radio PPI Dunia) misalkan, bisa streaming dan menjangkau lebih banyakpendengar dari seluruh dunia.

Satu alasan pasti yang Speakers tahu,radio adalah media yang punya rekam jejak menakjubkan pada masa awalkemerdekaan, era demokrasi terpimpin, hingga orde baru. oleh karena itusepatutnya jika kita ikut melestarikan radio sebagai bagian dari sejarahIndonesia lho Speakers!

Penulis: Ifa Ikah


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

ayooo..ayooo..dibaca... banyak rtikel-artikel menarik lohh :) ...

Kintan Lestari

Keren!!! speakmagz volume duanya udah terbit...

Kintan Lestari

jalan-jalan ke kota paris, jangan lupa beli pepaya, semoga semakin keren ! #ceritanyagagalberpantu...

Leo_alp

Selalu menjadi jendela dunia yang terbaik...

Herzanindya Maulianti

Welcome to RMC Family!! Akhirnya portal online ini rilis, perpaduan antara entertainment dan edukasi...

Alicia Van Akker

semoga semakin bagus kedepannya :) ...

Kintan Lestari

akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga! Semoga terus meningkatkatkat...

Sifa Maulida
Kategori